Sebelum saya jelaskan apa itu peran dan fungsi mahasiswa di era Millenial kita perlu ketahui dulu apa itu mahasiswa.
Buat Anda para mahasiswa, apakah Anda tahu sebenarnya apa sih pengertian dari mahasiswa, apa saja peran dan fungsinya dalam kehidupan bernegara ini? Hmm, saya yakin banyak dari Anda yang tak tahu dan tak terpikirkan mengenai hal itu. Nah, untuk menambah wawasan Anda, berikut ini mari kita simak penjelasan selengkapnya.
Pengertian Mahasiswa
1. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi serta dalam struktur pendidikan Indonesia menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara yang lainnya.
2. Menurut Knopfemacher [dalam Suwono, 1978]
Mahasiswa merupakan insan-insan calon sarjana yang terlibat dalam suatu instansi perguruan tinggi, dididik serta di harapkan menjadi calon – calon intelektual.
3. Menurut Sarwono [1978]
Mahasiswa merupakan setiap orang yang secara resmi telah terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar antara 18 – 30 tahun. Mahasiswa adalah suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh status karena memiliki ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan seorang calon intelektual ataupun cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat dalam masyarakat itu sendiri
Peran dan Fungsi Mahasiswa :
1. Menurut Guardian of Value
Anda yang sudah dikatakan sebagai pelajar tingkat tinggi memiliki peran sebagai penjaga nilai-nilai masyarakat yang kebenarannya mutlak, yakni menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, gotong royong, integritas, empati dan sifat yang dibutuhkan dalam kehidupan dalam masyarakat lainnya. Selain itu juga, dituntut pula untuk mampu berpikir secara ilmiah tentang nilai-nilai yang mereka jaga. Bukan hanya itu saja, Anda juga sebagai pembawa, penyampai, dan penyebar nilai-nilai serta ilmu-ilmu yang telahmereka pelajari.
2. Menurut Agent of Change
Mahasiswa juga bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki. Bukan waktunnya lagi sebagai mahasiswa hanya diam dan juga tidak peduli dengan permasalahan banggsa dan juga negarannya, karena dipundak merekalah (mahasiswa) titik kebangkitan suatu negara atau bangsa diletakan.
3. Menurut Moral Force
Mahasiswa memiliki tingkat pendidikan yang paling tinggi, sehingga ‘diwajibkan’ untuk mereka memiliki moral yang baik pula. Tingkat intelektual seorang mahasiswa akan disejajarkan dengan tingkat moralitasnya dalam kehidupannya. Hail ini yang menyebabkan mengapa mahasiswa dijadikan kekuatan dari moral bangsa yang diharapkan mampu menjadi contoh dan juga penggerak perbaikan moral pada masyarakat.
Peran istimewa mahasiswa
Mahasiswa mempunyai peran istimewa yang telah dikelompokkan dalam tiga fungsi, yakni :
1. Sebagai Social Control
Mahasiswa dengan pendidikannya sehingga memiliki kemampuan intelektual, kepekaan sisoal serta sikap kritisnya, kelak diharapkan mahasiswa mampu menjadi pengontrol sebuah kehidupan sosial dalam masyarakat dengan cara memberikan saran, kritik dan juga solusi untuk permasalahan sosial masyarakat maupun permasalahan bangsa.
Peran mahasiswa sebagai social control terjadi saat ada hal yang tidak beres maupun ganjil dalam masyrakat. Mahasiswa sudah seharusnya memberontak terhadap kebusukan-kebusukan yang terjadi dalam birokrasi yang selama ini dianggap lasim. Kemudian jika mahasiswa acuh dan juga tidak peduli dengan lingkungannya, maka sudah tidak ada lagi harapan yang lebih baik untuk kehidupan bangsa nantinnya
Mahasiswa memang sudah seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian socialnya, dimana mahasiswa harus peduli terhadap masyrakat sebab mahasiswa adalah bagian dari masyarakat. Kepedulian tersebut bukan hanya diwujudkan dalam bentuk demo ataupun turun kejalan saja, tetapi dengan pemikiran-pemikiran cemerlangnya, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril dan juga materil kepada masyarakat serta bangsa.
2. Sebagai Agent of Change :
Pelajar tingkat tinggi juga sebagai agen perubahan. yakni bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri kemudian dengan gagahnya mengusir para penjahat serta dengan gagah sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan oleh penduduk setempat. Dalam artian ini mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas perubahan, tetapi sebagai objek atau pelaku dalam perubahan tersebut. Sikap kritis yang positif harus dimiliki dan sering dapat membuat sebuah perubahan besar dan juga membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah serta cemas.
Banyak pembodohan serta ketidakadilan yang telah dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. Sudah seharusnya Anda berpikir untuk mengembalikan dan juga mengubah keadaan tersebut. Perubahan yang dimaksud yakni perubahan kearah yang positif serta tidak menghilangkan jati dirinya sebagai mahasiswa dan juga Bangsa Indonesia.
3. Sebagai Iron Stock :
Pelajar tingkat tinggi juga memiliki peran sebagai generasi penerus bangsa sangat diharapkan mempunyai kemampuan, ketrampilan, serta akhlak mulia untuk dapat menjadi calon pemimpin yang siap pakai. Anda itu merupakan sebuah asset, cadangan, dan juga harapan bangsa untuk masa depan.
Kamu bukan hanya sebagai kaum akademisi intelektual yangg hanya duduk serta mendengarkan dosen dalam ruangan perkuliahan saja. Kamu harus memperkaya dirinnya dengan pengetahuan yang lebih baik juga dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan.
Mahasiswa sebagai iron stock yakni merupakan seorang calon pemimpin bangsa masa depan yang kelak akan menggantikan generasi yang telah ada, jadi tidak cukup jika hanya dengan memupuk ilmu yang spesifik saja. Perlu pula adanya soft skill seperti leadership, kemampuan memposisikan diri, serta sensitivitas yang tinggi.
Hallo semuanya ,, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi informasi mengenai “peran dan fungsi mahasiswa di era millenial “.
Nah sebelum kita lanjut lebih detail apa sih yang kalian tau tentang Generasi Millenial ?, ada yang bilang merupakan generasi masa kini, generasi gaul, atau ada yang bilang juga generasi millenial ini adalah anak anak muda yang berusia antara 15 — 35 tahun. Hehehe ini artinya aku dan kamu juga termasuk bagian dari generasi millennial iya kan.
Apalagi kini saya sudah menjadi MAHASISWA cieilehhhh,, gapapa ya kan pamer sedikit heheh, tentunya juga pola fikir dan perilaku kita akan berbeda sangat jauh drastis yang tadinya Cuma bisa diem aja dan sedikit cuek atau enggan untuk berdiskusi, nah disinilah nyali kita di uji dimana kita harus MOVE ON dari kebiasaan buruk kita waktu dulu, biasanya saya dulu pas SD — SMA termasuk orang yang cuek dan kehidupan saya dulu sangat jauh sekali dengan dunia medsos dan internet.
Pokoknya mah dulu tuh saya tuh kuper bangettt dah, Ampe semua medsos aja saya lom punya Sebenernya sih itu juga membawa damfak yang baik juga untuk saya heheh,, Alasannya sih Cuma satu biar focus ke belajarnya.
Nah awal — awal memasuki kelas 9 SMP ini saya mulai bosen juga nih kurang pergaulan atau kurang informasi juga karna yang Namanya juga kan sudah zaman millenial dimana — mana pasti punya yang Namanya media social dari mulai kalangan anak SD — Emak — emak yang sudah punya anak pun pasti mempunyai Medsos seperti Fb, ig, bbm, dll. Karna saking banyak nya informasi yang di share melalui grup akhirnya waktu itu aku mulai memutuskan untuk membuat akun medsos untuk yang pertama kalinya, Kalian pada tau kan yahh dulu tuh yang lagi nge tren itu pas jaman nya BBM, Selain untuk chatan juga bisa buat bikin grup yang isinya berupa gudang informasi.
Memasuki masa SMA aku juga sudah mulai tergoda lagi karna temen temen ku orang nya pada eksis — eksis semua,, yah intinya mah wajar lah Namanya juga anak anak SMA, banyak yang nanya sana sini ada yang minta alamat FB, Ada yang pengen tau nama ig nya sampai ada yang nanya uda punya pacar belum,, hadeuuuhhh pertanyaan yang sangat menyebalkan .
Saat itu aku hanya bisa jawab ” duh maaf nih aku belom tertarik ke medsos kek gituan ” karna aku tau pasti kalo uda kenal yang Namanya medsos pasti bakal lupa waktu untuk belajar. Dan memang bener terbukti banget ampe sekarang kini aku sudah mulai yahh bisa dibilang sih Gaul sedikit heheh kemana — mana tidak bisa terlepas dari HP.
Tapi saya juga punya batasannya juga untuk main medsos, saya juga dapat mengambil dampak positif nya karna dengan adanya medsos yang muncul di era millennial ini bisa membawa banyakkkkk sekali manfaat positif yang patut kita ambil, contohnya saja seperti Ig di situ banyak sekali sumber informasi baik itu tentang ajaran Pendidikan, siraman rohani, motivasi, bahkan informasi — informasi yang saat ini sangat menyedihkan dari sodara kita yang ada di Lombok yang sedang terkena Musibah gempa.
Jadi mahasiswa itu kalo menurut saya pribadi sih gampang — gampang susah,, heheh
Kenapa begitu? iyahh itu sih kembali lagi kediri kita sendiri yang akan menjalainnya seperti apah, ada saja yang kuliah tujuannya biar nggak nganggur, biar ada temen, ada juga yang kuliah niat nya Cuma buat cari jodoh hehe, Percaya deh kalo niat awal nya aja udah kaya gitu gimana nanti pas Fase — fase akhir menghadapi siding skripsi,, Aslinya pasti mumet banget. Saya pribadi insyaALLAH saya niatkan dengan menjadi Mahasiswa ini bisa merupah pola fikir dan cara pandangan saya terhadap semua hal.
Karna teman — teman yang Namanya menuntut ilmu itu wajib dan tanpa mengenal batas waktu dan usia, karna sejatinya kehidupan kita di dunia ini tidak terlepas dari yang Namanya BELAJAR DAN MENGAJAR.
Jadi tunggu apalagi untuk bisa menggapai cita — cita dan harapan yang akan kita capai, mulailah dari sekarang dan tentunya tidak lupa juga setiap apapun yang akan kita lakukan mulailah dengan bismillah dan di akhiri dengan hamdalah.
Sekian dari Saya